Back to Home
Struktur Dasar Sebuah "Blok"
Setiap blok dalam rantai ini berisi tiga komponen utama:
Data Transaksi: Informasi mendetail mengenai apa yang terjadi (misalnya: pengirim, penerima, dan jumlah aset).
Hash: "Sidik jari" digital unik yang mengidentifikasi isi blok tersebut.
Hash dari Blok Sebelumnya: Kode unik yang menghubungkan satu blok dengan blok sebelumnya, menciptakan rantai yang tidak terputus.
5 Langkah Cara Kerja Blockchain
Permintaan Transaksi: Seseorang meminta transaksi, seperti mengirim mata uang kripto.
Verifikasi Jaringan: Transaksi tersebut dikirim ke jaringan komputer (node) yang tersebar di seluruh dunia untuk divalidasi.
Pembentukan Blok Baru: Setelah divalidasi, transaksi digabungkan dengan transaksi lainnya untuk membentuk satu "blok" data baru.
Konsensus: Jaringan harus mencapai kesepakatan bahwa transaksi tersebut sah menggunakan algoritma konsensus (seperti Proof of Work atau Proof of Stake).
Penambahan ke Rantai: Blok baru kemudian ditambahkan ke rantai yang sudah ada secara permanen dan tidak dapat diubah (immutable).
Mengapa Blockchain Sangat Aman?
Keamanan blockchain terletak pada sifatnya yang terdesentralisasi dan transparan. Jika seseorang mencoba mengubah data pada satu blok, kode "hash" blok tersebut akan berubah. Karena setiap blok mencatat kode hash dari blok sebelumnya, seluruh rantai setelahnya akan menjadi tidak valid, sehingga upaya manipulasi sangat mudah dideteksi oleh seluruh jaringan.
04 March 2026
Memahami Blockchain: Teknologi "Buku Besar" Digital yang Mengubah Dunia
Read More Articles
04 Mar 2026
Mengapa Blockchain Sangat Aman?
Keamanan blockchain terletak pada sifatnya yang terdesentralisasi dan transparan. Jika seseorang mencoba mengubah data pada satu blok, kode "hash" blok tersebut akan berubah. Karena setiap blok mencatat kode hash dari blok sebelumnya, seluruh rantai setelahnya akan menjadi tidak valid, sehingga upaya manipulasi sangat mudah dideteksi oleh seluruh jaringan.